Tuesday, February 27, 2018

MENJADI GURU YANG KREATIF




MENJADI GURU YANG KREATIF
Disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia







DI SUSUN OLEH:
SITI NUR HALIMAH

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
MAKHDUM IBRAHIM
TUBAN
TAHUN 2013

KATA PENGANTAR
                                                                                                 
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat kepada kita semua sehingga kita masih bisa memiliki waktu untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, suri tauladan terbaik bagi seluruh umat manusia dan sosok yang penuh rahmat bagi alam semesta.
Guru adalah orang tua yang ada di sekolah. Jadi, guru mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan anak. Untuk menjadi seorang guru tidak cukup hanya bermodal ijazah dan pandai saja. Guru juga harus mampu menyelami dan mengimbangi dunia anak yang kreatif dan aktif. dengan adanya makalah ini, semoga bisa bermanfaat terutama bagi para guru.
Sebagai manusia biasa, penulis merasa bahwa tidak ada yang sempurna dalam tulisan ini. untuk perbaikan penulisan yang akan datang, penulis berharap kritik dan sarannya.
Selamat membaca, semoga bermanfaat.
Tuban, 15 Desember 2013
Penulis,


Siti Nur Halimah

DAFTAR ISI

Halaman judul  ………………………………………………………...               1
Kata pengantar …………………………………………………………              2  
Daftar isi ………………………………………………………………                3
Bab I Pendahuluan                                                                                                
1.1     latar belakang ………………………………………………...               4
1.2     Rumusan Masalah ……………………………………………               4
1.3     Tujuan Penulisan ……………………………………………..               4
1.4     Manfaat Penulisan ……………………………………………               5
Bab II Landasan Teori
2.1  Pengertian Guru ……………………………………………...               6
2.2  Guru yang Kreatif ……………………………………………               7
Bab III Pembahasan
3.1  Guru harus Kreatif ……………………………………………              8
3.2  Ciri – ciri Guru yang Kreatif …………………………………               9
Bab IV Penutup
4.1  Kesimpulan …………………………………………………..                12
4.2  Saran …………………………………………………………                12
Daftar Rujukan ………………………………………………………..                13



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Akhir – akhir ini banyak keluhan para orang tua yang anak – anaknya malas untuk sekolah dengan alasan gurunya membosankan. Selain itu para guru pun kebingungan menghadapi anak yang aktif tapi cepat merasa bosan, sedangkan pengajaran yang di praktekkan di sekolah kurang menggembirakan Untuk itu diperlukan solusi untuk mendongkrak semangat belajar anak.
Untuk menjadi seorang guru, pandai saja tidak cukup, tapi seorang guru harus cerdas dalam mengembangkan keterampilan dan mencari bahan pembelajaran yang betul – betul sesuai dengan anak didik.
Masih banyak guru yang bergantung kepada buku atau alat peraga yang ada sebagai sumber pembelajaran..
Karena beberapa alasan diatas, dalam makalah ini penulis mengangkat judul “ Menjadi Guru yang Kreatif dan menyebutkan ciri – ciri nya “
1.2  Rumusan masalah
1.      Mengapa guru harus kreatif?
2.      Apa ciri – ciri guru yang kreatif?
1.3  Tujuan penulisan
1.      Menjelaskan alasan menjadi guru yang kreatif.
2.      Menyebutkan ciri – ciri guru yang kreatif.

1.4  Manfaat penulisan
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap dapat digunakan sebagai wawasan tambahan bagi para pembaca terutama bagi para guru.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1    Pengertian guru
-          Dalam agama Hindu, Guru adalah  pemandu spiritual murid – muridnya.
-          Dalam agama Budha, guru adalah  orang yang memandu muridnya dalam jalan kebenaran.
-          Dalam agama Islam, guru adalah  orang yang mengajarkan ajaran – ajaran agama islam. Yaitu mengerjakan perintah dan menjahui larangan Allah. Dalam agama islam guru disebut juga dengan kiai.
-          Dalam bahasa Sansekerta, yang dimaksud dengan guru adalah seorang pengajar ilmu
-          Sedangkan dalam bahasa Indonesia guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi anak didik pada pendidikan formal.
-                Purwanto ( M Edukasi. 2011. Pengertian guru, online, http://kafeilmu.com 08 Desember 2013). guru ialah orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau kepandaian kepada seseorang atau sekelompok orang.·
-                Tafsir ( M Edukasi. 2011. Pengertian guru, online, http://kafeilmu.com 08 Desember 2013). mengemukakan pendapat bahwa guru ialah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psikomotorik.
-                Nawawi ( M Edukasi. 2011. Pengertian guru, online, http://kafeilmu.com 08 Desember 2013). guru dapat dilihat dari dua sisi. Pertama secara sempit, guru adalah ia yang berkewajiban mewujudkan program kelas, yakni orang yang kerjanya mengajar dan memberikan pelajaran di kelas. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing.·
-          Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud guru adalah seorang atau mereka yang pekerjaannya menyampaikan (mengajarkan) materi pelajaran kepada anak didiknya di pendidikan formal maupun non formal serta menuntun dan memberi evaluasi agar anak didik menjadi orang yang lebih baik.
2.2    Guru yang kreatif
Guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengajar tidak hanya dengan buku teks sebagai panduan, tetapi juga menggunakan alat lain atau alam sekitar sebagai sumber pembelajaran. Seorang guru yang kreatif mampu menggunakan daya imajinasinya untuk menghidupkan suasana kelas, sehingga anak – anak tidak merasa bosan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Guru harus kreatif
Orang sering mengira bahwa tugas seorang guru hanyalah mengeja huruf dan menghitung angka. Kelihatannya sederhana, namun pada prakteknya tidak sesederhana itu. Guru mempunyai peran yang sangat besar dalam tumbuh kembang seorang anak. Keberhasilan seorang anak saat dewasa, apakah akan menjadi orang yang baik atau buruk, sukses atau gagal, dipengaruhi oleh didikan guru mereka, selain didikan keluarga dan pengaruh lingkunganya.
Menurut Undang – Undang No. 14/2005, pasal 1 butir 1 tentang gurur dan dosen. Yang disebut dengan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi anak didik pada pendidikan formal. Namun pada dasarnya setiap orang adalah guru, Orang yang digugu dan ditiru, terutama oleh anak – anak yang sering meniru apa yang dilakukan oleh orang – orang di sekitarnya.
Dalam tulisan ini, penulis ingin membahas guru yang sesuai dengan Undang – Undang. Sekolah sebagai salah satu kekuatan yang besar dalam menciptakan perubahan perlu di tangani oleh guru – guru yang handal. Sekolah memerlukan guru yang berkualitas, profesional, kreatif, dan mempunyai visi akan perkembangan sumber daya manusia yang akan datang. Dengan demikan, guru itu dapat menjadikan anak sebagai generasi rahmatan lil’alamin. Anak – anak pun akan menjadi manusia - manusia yang berkualitas, unggul, dan berdaya tahan tinggi dalam menghadapi perubahan.
Dalam mengajar, seorang guru tidak harus selalu berpatok pada buku yang ada, guru harus bisa menjadikan alam sekitar sebagai bahan pembelajaran, karena kebanyakan guru yang hanya menggunakan buku teks, cara mengajarnya juga akan membosankan dan tidak dapat megembangkan kreatifitas guru dan anak. Keadaan seperti itu akan berpengaruh terhadap konsentrasi anak.
Tingkat konsentrasi anak sangatlah rendah, terutama anak di usia pra sekolah sampai sekolah dasar. Anak – anak akan merasa cepat bosan dan tidak bisa diam bila seorang guru mengajar tanpa kreatifitas, mereka akan mudah menebak apa yang akan terjadi di kelas, mereka tidak akan merasakan hal – hal baru yang dapat memancing daya tarik mereka terhadap belajar. Seorang guru harus pandai menghidupkan suasana kelas sehingga, anak – anak mempu menerima pelajaran dengan baik dan senang, dan target pelajaran akan tercapai sesuai dengan yang di harapkan guru.
3.2 Ciri – ciri guru yang kreatif
Anak – anak adalah calon pewaris bangsa. Dalam proses mengajar, guru yang baik akan senantiasa mengajar dan berkomunikasi kepada anak – anak. Seorang guru akan berusaha memahami dunia anak baru membawa anak – anak ke dunia guru, tentu saja dengan bahasa yang di sukai anak – anak.

Yudha ( 2010:20-24) menyebutkan ciri – ciri guru yang kreatif adalah sebagai berikut:
a.             Fleksibel
Dibutuhkan guru yang tidak kaku dan dapat memahami kondidi anak, memahami cara belajar mereka, serta mampu mendekati anak melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing – masing anak.
b.             Optimistis
Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan keyakinan akan perubahan anak kearah yang lebih baik akan menumbuhkan karakter yang baik pula terhadap anak.
c.             Respek
Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memicu mereka untuk lebih memahami pelajaran dan juga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya.
d.            Cekatan
Anak – anak berkarakter dinamis, aktif, eksploratif, kreatif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu diimbangi oleh guru yang kreatif juga sehingga guru mampu bertindak sesuai kondisi yang ada.


e.             Humoris
Menjadi guru killer? Anak – anak malah takut kepada guru dan tidak mau belajar. Meskipun tidak setiap orang mempunyai sifat humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki seorang guru. Karena pada umumnya, anak – anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor.
f.              Inspiratif
Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan semua anak didik mengikutinya, guru harus menemukan banyak ide dari hal – hal baru yang positif di luar kurikulum. Guru dapat membuat anak didik terinspirasi untuk menemukan hal – hal baru dan lebih memahami informasi – informasi pengetahuan yang disampaikan oleh guru.
g.             Lembut
Di mana pun, guru yang bersikap kasar dan emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi anak didiknya, dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak. Pengaruh kesabaran, kelembutan, dan rasa kasih sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang ada.

h.             Disiplin
Disiplin disini tidak hanya soal ketepatan waktu, tapi mencakup berbagai hal lain. Contoh, disiplin waktu, menyimpan barang, belajar, dan sebagainya. Seorang guru harus mampu menjadi teladan kedisiplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin. Dengan demikian, akan timbul pemahaman yang kuat kepada anak didik tentang pentingnya hidup disiplin.

i.               Responsif
Ciri guru yang kreatif antara lain cepat tanggap terhadap perubahan – perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, budaya, sosial, ilmu pengetahuan maupun teknologi.
j.               Empatik
Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda – beda, cara belajar dan proses penerimaan serta pemahaman terhadap pelajaran pun berbeda. Oleh karena itu, seorang guru dituntut mempunyai kesabaran yang lebih dalam memahami keberagamantersebut sehingga bisa lebih memahami kebutuhan – kebutuhan belajar mereka.
k.             Nge – friend
Jangan membuat jarak yang lebar dengan anak didik hanya karena posisi anda sebagai guru. Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat dari pada sekedar hubungan guru – murid. Sehingga anak – anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengajar tidak hanya dengan buku teks sebagai panduan, tetapi juga menggunakan alat lain atau alam sekitar sebagai sumber pembelajaran. Seorang guru yang kreatif mampu menggunakan daya imajinasinya untuk menghidupkan suasana kelas, sehingga anak – anak tidak merasa bosan.
Adapun ciri – ciri guru yang kreatif adalah :
1.      Fleksibel                                             7.  Lembut
2.      Optimis                                              8.  Disiplin
3.      Respek                                               9.  Responsif
4.      Cekatan                                              10. Empatik
5.      Humoris                                             11. Nge - friend
6.      Inspiratif
Disingkat dengan FOR CHILDREN
4.2 Saran
Sebagai seorang guru hendaklah mampu menjadi contoh yang baik untuk anak didiknya. Selain itu seorang guru juga harus mampu menjadi teman yang bisa membuat mereka merasa nyaman bila berada disekitar guru.



DAFTAR RUJUKAN

Yudha, Andi. 2008. Kenapa Guru Harus Kreatif ?. Bandung: Mizan.
Ensiklopedia bebas, 2011, Pengertian Guru, (Id. Wikipedia. Org/ wiki/ guru. diakses 08 Desember 2013).
M Edukasi, 2011, Definisi Guru, http://kafeilmu.com, diakses 08 Desember 2013)

Friday, February 23, 2018

Cobaan Yang Berat Menjadikanku Semakin Kuat

burung terbang
Angin yang menerpaku adalah ujianku untuk menggapai hidup yang lebih indah
Pengunjung mimpimimpiku yang setia, terimakasih karena sudah sering berkunjung ke blog saya ini.

Dalam kehidupan ini ada berbagai macam masalah yang dihadapi oleh manusia, dan setiap manusia memiliki cobaan sendiri-sendiri, mungkin Allah memberikan itu untuk mengukur kekuatan seseorang. Begitu juga yang saya alami sekarang, saya anggap ini adalah cobaan bagi saya.

Semoga saya mampu melewati cobaan ini dan Allah memberikan jalan yang terbaik buat masalah ini.

Sebagaimana ujian sekolah, semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin sulit ujian yang diberikan. Saya masih ingat dulu ketika masih duduk di sekolah dasar,,, untuk naik ke kelas berikutnya maka saya harus melewati beberapa ujian, mulai dari THB (Tes Hasil Belajar) cawu 1 sampai 3.

Saat itu saya berfikir betapa sulit ujiannya, apakah saya mampu melewatinya, namun dengan berjalannya waktu ternyata saya pun mampu melewati hingga lulus setelah ditempuh selama 6 tahun.

Dari situ saya belajar, bahwa sebuah ujian itu akan mampu di lewati selama orang tersebut mau berusaha tentunya diiringi dengan berdoa.
Tidak akan ada cobaan yang melebihi batas kemampuan hamba-NYA
Itu telah menjadi motivasi saya dalam menghadapi hidup ini. Saya yakin Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan saya. Dan setelah cobaan itu terlewati maka akan ada perasaan yang lebih membahagiakan dari sebelumnya dan tentunya itu akan menambah rasa syukur kita kepada Allah yang telah menciptakan alam seisinya tanpa ada yang sia-sia.

Salah satu cobaan berat yang saya hadapi saat ini adalah permasalahan dalam keluarga, yang semakin hari terus saja bertambah. sebagaimana yang saya pelajari selama mengenyam bangku sekolah, bahwa anak itu memiliki kewajiban untuk mentaati dan patuh kepada orang tuanya dan saya juga berusaha sekuat dan semampu saya untuk melaksanakannya.

Menjadi seorang anak bagi saya tidaklah seenak yang saya bayangkan. mereka berpikir bahwa menjadi diri saya adalah sebuah keberuntungan, bagaimana tidak bila ditinjau dari segi ekonomi orang tua saya termasuk keluarga yg mapan. pastinya mereka berfikir apapun yg saya inginkan pasti akan saya dapatkan. namun yang saya rasakan justru sebaliknya. namun okeylah itu tidak jadi masalah buat saya. karena saya punya prinsip selagi saya mau usaha dan pasrah akan memberian sang Kuasa maka akan terpenuhi dengan sendirinya.

Namun bila sudah menyangkut perasaan saya lebih sensitif merasakannya. terkadang hati ini ingin berontak dan protes terhadap orang tua. namun lagi-lagi hati ini mendamaikan,,, sabar hanya itu kunci satu-satunya.

SABAR... kata mujarap bisikan hati yang mampu membawa diri berdamai dengan keadaan. walaupun sering kali muncul perasaan tidak terima namun tetap saja hati dan logika pikiran mengatakan bahwa mengalah dan diam itu tidak ada salahnya. anggap saja orang tua adalah titipan pahala yang Tuhan berikan.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)


PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)




PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) salah satu materi mata kuliah 

 pada semester 6 di STITMA TUBAN. satu-satunya kampus religi,. meskipun kampus religi namun materi yang diajarkan bukan hanya berpusat pada keagamaan saja melainkan juga materi yang menunjang para mahasiswa selayaknya di universitas-universitas umum. salah satunya adalah PTK.


1.        JUDUL
Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Keterampilan Mengajar Terhadap Hasil Belajar Fiqih Siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Brondong Lamongan Tahun Pelajaran 2013-2014.

2.        RUMUSAN MASALAH
1.         Adakah  pengaruh profesionalisme guru terhadap hasil belajar fiqih siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Tahun Pelajaran 2013/2014?
2.         Adakah pengaruh keterampilan mengajar terhadap hasil belajan fiqih siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Tahun Pelajaran 2013/2014?
3.        TUJUAN PENELITIAN
1.         Untuk menganalisis adanya pengaruh profesionalisme guru terhadap hasil belajar fiqih siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Tahun Pelajaran 2013/20214.
2.         Untuk menganalisis adanya pengaruh keterampilan mengajar terhadap hasil belajar fiqih siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Tahun Pelajaran 2013/20214.
4.        HIPOTESIS TINDAKAN
1.         Terdapat pengaruh yang signifikan antara profesionalisme guru dan hasil belajar fiqih siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Tahun Pelajaran 2013/2014.
2.         Terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan mengajar dan hasil belajar fiqih siswa SMP Ma’arif 6 Cumpleng Tahun Pelajaran 2013/2014

5.        MANFAAT PENELITIAN
1.      Secara Teoristis : Dapat menambah hasanah pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme guru dan keterampilan mengajar.
2.      Secara Praktis : Peneliti ini diharapkan sebagai sumbangsih pemikiran bagi semua pihak terutama SMP Maarif  06  Cumpleng dan sekaligus penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi pelaksana pendidikan terutama pendidikan agama islam.

6.        KAJIAN PUSTAKA
1.      Hasil Belajar
Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Dari tidah tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa.
Hasil belajar juga bisa diartikan sebagai pencapaian tujuan pembelajaran yang berupa peningkatan hasil yang dinyatakan dalam bentuk skor atau nilai.
2.      Profesionalisme Guru
Dalam arti sempit profesi adalah kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan harus sesuai dengan norma-norma yang baik.
Guru merupakan jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.
3.      Keterampilan Mengajar
Kemampuan atau kecakapan guru dala membimbing siswa.

7.        PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat korelasi, yang terdiri dari tiga variabel yaitu mencari hubungan variabel (X1) profesionalisme guru (X2) dan keterampilan mengajar terhadap  hasil belajar (Y).

8.        RENCANA TINDAKAN
1.      Membuat rencana
2.      Mendatangi dan mendekati subjek
3.      Menyebarkan angket/tes
4.      Membuat evaluasi dan kesimpulan.

9.        LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN
Tempat penelitian di SMP Ma’arif 6 Cumpleng, Pada saat jam pelajaan Fiqih. Selama 4 Kali Pertemuan.

10.    SUBYEK PENELITIAN
Kelas VII              = 17
Kelas VIII             = 17
Kelas IX                 = 19
Jumlah siswa keseluruhan, 53

11.    INDIKATOR KEBERHASILAN
Berdasarkan statistik hitung H0 diterima jika t hitung ≤ t tabel H0 ditolak jika t hitung > t tabel.
Jika t hitung lebih besar dari t tabel itu berarti  hasil belajar siswa dipengaruhi oleh profesionalisme guru dan keterampilan mengajar.

12.    PENGUMPULAN DATA
Berdasarkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini, maka instrumennya adalah:
1.      Angket
Profesionalisme Guru
Tabel 3.1
Kisi-Kisi Instrumen Profesionalisme Guru (X1)
Vareabel
Indikator
Nomor Item
Profesionalisme Guru (X1)
Menguasai bahan pengayaan
1,2,3,4,5
Menguasai metode pengajaran
6,7,8,9,10,11,12,13
Menguasai materi pelajaran
14,15,16,17,18
Menguasai kelas
19,20,21
Menciptakan iklim belajar
23,24,25
Total
25

Keterampilan Mengajar
Tabel 3.2
Kisi-Kisi Instrumen Keterampilan Mengajar (X2)
Variabel
Indikator
Nomor Item
Keterampilan Mengajar (X2)
Vareasi dalam gaya mengajar
1,2,3,4,5,6
Menggunakan media dan bahan pelajaran
7,8,9,10,11,12,13
Vareasi dalam kegiatan pembelajaran
14,15,16,17,18,19,20,21
Vareasi pola intraksi
22,23,24,25
Total
25

2.      Tes
3.      Dokumentasi

13.    ANALISIS DATA
1.      Uji prasyarat
a.      Uji Normalitas
Uji normalitas menggunakan Komogorov-Smirnov Test. Data dianalisis dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows, dengan pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas.
1)      Jika probabilitas > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal.
2)      Jika probabilitas < 0,05 maka data penelitian berdistribusi tidak normal.
b.      Uji Linearitas
Uji linieritas dimaksud untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linear atau tidak. Uji linieritas penelitian ini menggunakan ANOVA variabel X dan Y, dapat dilihat dari nilai signifikan dari deviation of linierity untuk X1 dengan Y serta X2 dengan Y.
1)      Apabila nilai signifikasi > 0,05 dapat disimpulkan bahwa hubungan bersifat linier.
2)      Apabila nilai signifikasi < 0,05 dapat disimpulkan bahwa hubungan bersifat tidak linier.
2.      Uji Hipotesis
a.      Analisis regresi linier sederhana
Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji pengaruh X1 (Profesionalisme Guru ) terhadap Y (Hasil Belajar) dan pengaruh X2 (Keterampilan Mengajar) terhadap Y (Hasil Belajar). Persamaan analisis Regresi linier Sederhana ditunjukkan melalui rumus berikut:
Y =  a + bX
Dimana:   Y= Variabel terikat
                 a= Konstanta
                 b= Koefisien regresi untuk variabel X.
b.      Analisis regresi ganda
        Analisis regresi ganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel yang satu (Hasil Belajar) disebabkan oleh variabel lain (Profesionalisme Guru dan Keterampilan Mengajar). Dalam analisa, dalam hal ini antara regresi dilakukan untuk menentukan Hasil Belajar (Y) yang disebabkan oleh Profesionalisme Guru (X1) dan Keterampilan Mengajar (X2).
Adapun analisis regresi ganda dua prediktor menggunakan rumus sebagai berikut :
Y =  a + b1X1 + b2X2
Keterangan:
Y = Nilai yang diprediksi
X = Nilai variabel independen
a  = Konstanta atau bilangan harga X
b  = Koefisien regresi.