Sunday, January 7, 2018

AKU MILIKMU DAN KAMU MILIKNYA

Tags

AKU MILIKMU DAN KAMU MILIKNYA
Cemburu... kata yang sering melanda pasangan yang saling cinta. Tidak hanya itu saja cemburu juga bisa melanda setiap hubungan, saudara sahabat bahkan guru sekalipun. Bila ada keperpihakan salah satu dari kita pasti ada diantara kita yang merasa kurang nyaman di hati. Nah itulah yang namanya cemburu.

Apa boleh cemburu?? Menurut saya sih cemburu itu sah-sah saya asal jangan jadikan cemburu sebagai raja yang menguasai dirimu. Jangan hanya gara-gara cemburu yang berlebihan kita jadi membenci seseorang bahkan berusaha menyakitinya. Kali ini saya akan membahas cemburu, namun bukan cemburu kepada pasangan orang terkasih melainkan cemburu kepada wanita yang telah berjasa kepada orang yang kita sayangi. Ya... cemburu kepada ibu mertua. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa “orang yang paling berhak atas seorang wanita adalah suaminya. Sedangkan orang yang paling berhak atas diri laki-laki adalah ibunya”. Sekilas dari hadits tersebut menunjukkan bahwa betapa tidak adilnya agama. Namun apakah betul itu merupakan ketidak adilan Tuhan?? Mari kita simak perlahan-lahan.

Ibu adalah orang yang dengan tangguh dan ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya untuk suamimu. Andaikata dunia dan seisinya ini diberikan untuk ibu maka itu belum cukup untuk membalas semuanya. Namun setelah suamimu dewasa dengan rela hati seorang ibu melepaskan anaknya, mereka ridho melihat putranya bekerja pontang panting demi menafkahi wanita yang awalnya bukan siapa-siapa. Masih bilang belum adil?? Okey kita lanjutkan...

Abu Huroiroh RA, beliau berkata “ seseorang datang kepada Rosulullah SAW dan berkata, wahai Rosulullah kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Rosul menjawab, ibumu. Kemudian siapa lagi? Ibumu. Lalu siapa lagi? Ibumu. Lalu?? Ayahmu. (HR. Bukhori no. 5971 dan Muslim no 2548). 

Hadits tersebut menjelaskan betapa mulianya seorang wanita. Keutamaannya 3 kali lipat dari laki-laki. Setelah menikah dan punya anak seorang istri diberi kemulyaan yaitu tetap mendapatkan perhatian dari anak laki-lakinya meskipun mereka sudah berumah tangga namun bagaimana dengan laki-laki?? Mereka hanya memiliki tugas yaitu membahagiakan ibu mertuamu dan juga kamu. Masih juga bilang tidak adil dan cemburu pada ibu mertua.
Sebenarnya kita tidak pantas bila harus cemburu kepada ibu mertua.

Ayoo bantulah suami agar tetap bisa menjalankan tugasnya yaitu berbakti kepada ibunya. Bukankah kelak kaupun akan mendapatkan hak yang sama dari putra-putramu.
Aku milik suamiku dan suamiku milik ibunya. Menilik kata memiliki. Sebenarnya seorang istri tidak berhak merasa memiliki diri suami seutuhnya. Karena yang berhak memilikinya hanyalah ibunya. Istri itu hanya mempunyai cinta dan kasih sayangnya sedangkan ibu memiliki hak penuh atas segalanya.

Wahai para istri bantulah suamimu untuk berbakti kepada orang tuanya terutama pada ibunya, dalam perkara yang dibenarkan agama. Jangan sampai rasa cemburumu menghalangi suamimu meraih surgaNYA. jangan sampai cintamu menjerumuskan suamimu ke lembah neraka.

Untukmu suamiku,
Maafkan aku terkadang hati ini terlalu pencemburu
Maafkan aku bila selama ini perlakuan ini membuatmu pilu
Maafkan aku cemburu dan keegoisanku atas dirimu membuatmu kelu
Maafkan aku untuk semua itu.
Suamiku...
Aku mencintaimu, namun cintaku tidak lebih besar dari cinta ibu mertuaku
Aku memilikimu, namun hakku tidak lebih besar dari hak ibu mertuaku.
Dalam ridhomu terdapat surgaku, namun di bawah kakinyalah surgamu berada.
Teringat pelukan bunda saat ku resmi jadi makmummu.. mungkin inilah makna yang tersampaikan lewat tetesan air matanya. “kini kau resmi jadi milik suamimu namun suamimu tetap milik ibunya, Bantulah dia untuk berbakti kepadanya”.
Suamiku,

Bahagiakanlah orang tuamu dengan harapan nanti puta-putra kita membahagiakan kita selayaknya kamu membahagiakan orang tuamu.

Demikian tulisan yang dapat saya persembahkan semoga ini dapat menjadi renungan kita semua
.
Baca juga, Mengharap Sedikit Belas Kasih Manusia

Nantikan Postingan Selanjutnya



EmoticonEmoticon